Di Jepang ada sebuah
hutan yang sangat gelap dan mengerikan,konon hutan itu sering
digunakan oleh orang-orang
Jepang untuk membuang mayat-mayat yang tidak diketahui identitasnya. Pada suatu
hari ada seorang pria yang ingin membuang ibunya ke hutan itu, dengan alasan
bahwa si Ibu itu sudah tua dan sangat merepotkan sekali. Menjelang petang
hari,akhirnya pria itu tadi membawa ibunya ke hutan itu, ia menggendong ibunya
dan berjalan cepat ke dalam hutan tersebut,mengingat hari mulai gelap dan alat
bantu penerangan yang minim, pria itu nampak mempercepat langkahnya masuk ke
dalam hutan. Si ibu tak dapat berbuat apa-apa,mengingat jalan menuju tempat
yang sebelumnya ia lewati pun ibu itu tidak bisa,apalagi untuk menolak dan
melawan kehendak anaknya. Selama perjalanan sebisa mungkin ibu itu mengambil
ranting pohon yang bisa ia gapai kemudian membuangnya ke tanah. Hingga pada
akhirnya sampailah pria itu bersama ibunya ke tempat yang paling gelap dan
menyeramkan di hutan itu. Pria itu kemudian menurunkan ibunya. Tanpa sepatah
kata pria itu berjalan meninggalkan si ibu.Tak jauh pria itu berjalan,terdengar
suara ibunya memanggil.Ia pun menghampiri si ibu.dengan nada pelan dan lembut
si ibu pun mengatakan sesuatu pada pria itu. “anakku tersayang ibu menyayangimu
nak,mulai dari engkau lahir hingga sampai saat ini pun ibu masih menyayangimu.
Nak selama perjalanan kemari,ibu berusaha memetik ranting-ranting pohon dan
membuangnya ke tanah. Ikutilah jejak ranting-ranting pohon yang ibu buang tadi!dengan
begitu ibu yakin kamu tidak akan tersesat dan sampai di rumah dengan selamat.
Baiklah nak selamat tinggal....maaf kalau ibu sering menyusahkanmu ya nak,ibu
sayang padamu nak...dan lekaslah pergi nak hari kian gelap.di hutan ini sangat
berbahaya nak. nak......nak......tunggu apa lagi jangan pedulikan ibu cepatlah
pulang isteri dan anakmu sudah menunggumu di rumah...cepatlah pulang nak...ibu
tidak apa...apa kok...”. pria itu tampak terdiam dan tak dapat berbuat apa-apa
lagi mendengar perkataan si ibu,perlahan air matanya pun menetes.iapun langsung
memeluk ibunya dan menangis sekeras-kerasnya.ia menyadari apa yang ia lakukan
pada ibunnya. Ia meminta maaf dan membawa ibunya pulang kembali.
Ya begitulah
ibu....kasih sayangnya sepanjang jalan. Dalam senyumnya menyimpan letih. Dalam
tawanya selalu menyimpan tangis. Apapun deritanya takkan pernah menghentikan
langkahnya untuk bisa memberi harapan bagi anaknya.Apapun yang ia miliki pasti
akan ia beri jika itu untuk kepentingan anak....meskipun harus berdarah dan
nyawa taruhannya itu tak akan berarti lagi baginya.
Demikian
kisah ini dapat saya sampaikan untuk memperingati hari ibu yang jatuh hari ini.
Buat
Mamaku tercinta, memang
sulit buatku untuk memahamimu.terkadang aku selalu menanggapmu sebelah mata.terkadang
juga aku sering mengecewakanmu.dan tak jarang pula aku membuatmu harus
meneteskan air mata karena perkataan kasarku kepadamu. Setelah semua yang ku
lewati akupun sadar semua tak akan semudah ini jika tanpa ada kehadiran mama di
dalam hidupku. Engkau mengajariku berbicara hingga aku bisa bernyanyi, engkau
mengajariku berjalan hingga aku bisa berlari. Engkau berkerja keras untuk
memberikan yang terbaik untukku. Terimakasih ma...... aku bersumpah akan ku
perjuangankan apa yang ada di dalam hidupku....untuk impianku......untuk
hidupku.....dan untuk orang-orang di sekitarku. Biarlah sakitnya ku ambil sejak
dini agar kelak dapat ku petik senangnya. Secerewet apapun mama bagiku kau
lebih dari sekedar anugerah buatku. Aku takkan peduli jika mama suka marah2.mungkin
buatku itu tak nyaman.tapi,itulah tanda bahwa mama masih peduli padaku. Aku hanyalah
manusia yang lemah,aku sangat butuh kasih sayangmu sampai kapanpun. Sedewasa atau
sebesar apa aku nanti,aku hanyalah seorang anak yang selalu ingin terus mendapatkan
kasih sayangmu.ya tuhan panjang umurkanlah mamaku. Berilah ia perlindungan. Aku
ingin membahagiakannya sebelum aku atau dia tiada.Terimakasih ma!selamat hari
ibu.semoga mama panjang umur dan
diberikan kesehatan selalu agar mama dapat menemaniku saat aku meraih citaku
nanti.amin I LOVE YOU MOM...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar