Sebuah pesan moral yang aku dapatkan saat acara buka bersama pada Ramadhan kemarin.saat itu aku dan teman-teman kelasku,ASSASSIN(Asosiasi Siswa Smada Ipa 6) melakukan acara Baksos atau Bakti Sosial ke salah satu Panti Asuhan yang berada pedesaan.aku dan hampir semua anak kelas yang didampingi oleh wali kelas IPA 6(Bapak Hafi Ansori) tak begitu saja melewatkan acara penting tersebut.acara ini memang sudah dipersiapkan matang-matang jauh sebelum bulan ramadhan.aku patut berterimakasih kepada Rifqah Fairuz Putri(ruru),karena dialah donator utama sekaligus penggagas akan adanya acara Bakti social ini.
Singkat cerita acara tersebut berjalan dengan lancar mulai dari keberangkatan yang sesuai harapan,karena 5 mobil yang ada cukup untuk menampung seluruh penghuni IPA 6 yang datang pada acara tersebut.dan juga sampai inti acara,seperti buka bersama,mengenal lebih dekat anak-anak yayasan tersebut,salat magrib berjama’ah hingga serangkaian acara bakti social yang lain.semua dilaksanakan sesuai rencana kami pun pulang dengan perasaan senang sekaligus puas karena bisa saling berbagi dan membantu anak-anak yayasan tersebut.
Seperti biasa saat mataku masih terjaga dari tidur malamku,aku selalu memikirkan segala sesuatu yang aku lakukan mulai pagi hari hingga sebelum tidur.itu memang sudah menjadi kebiasaanku.karena hanya saat itulah aku bisa mengoreksi diri agar esok hari dan seterusnya aku bisa bertindak lebih baik lagi dari hari ini.
Kembali teringat 4 jam yang menyenangkan tadi.ya,saat-saat kita bisa saling berbagi dengan anak-anak yatim piatu.didalam pikiranku saat itu,aku hanya berpikir bahwa aku adalah anak yang beruntung.berutung yang kumaksudkan disini adalah nasibku masih lebih baik ketimbang Poniti dan kawan-kawan(anak yatim piatu penghuni yayasan).mengapa aku bisa mengatakan demikian?banyak hal yang aku perhatikan disekelilingku saat aku berada di yayasan tesebut.seketika itu aku merasa seakan hidupku ini sering aku sia-siakan.aku juga merasa seakan menjadi anak yang penuh dosa dalam menjalani kehidupanku.aku juga merasa menjadi hamba ALLAH yang tak pernah bersyukur atas segala nikmat yang telah ALLAH SWT berikan kepadaku.
Mulai dari hal-hal kecil sampai hal-hal yang paling besar tak lepas dari pengamatanku.aku ingat betul yayasan itu hanya memiliki 4 kamar mandi(setauku)karena sejauh mata memandang hanya 4 kamar mandi itulah yang kulihat.aku berpikir,Apa 4 kamar mandi tersebut cukup untuk semua anak-anak yang ada di yayasan itu,sedangkan jumlah anak dalam yayasan tersebut lebih dari 34?jelas tidak jawabnya.namun bagaimanakah mereka menggunakan kamar mandi itu?jawaban yang logis mungkin mereka bergantian menggunakan kamar mandi itu. Sungguh sangat tidak efektif sama sekali hal itu.bagaimana saat pagi hari sebelum mereka berangkat sekolah?apakah mereka harus bangun pagi –pagi sekali dan saling berebut 4 kamar mandi yang ada dengan 34 anak-anak lainya untuk sekedar mandi?apakah seperti itu?pasti dapat dibayangkan betapa tidak nyamannya mereka.tapi apa boleh buat keterbatasan dana yang yayasan itu peroleh dari para donaturnya membuat mereka harus pasrah akan keadaan itu.sementara aku yang diberi kamar mandi khusus oleh mama malah menggunakan seenaknya tak tau diri ngelamun,berlama-lama dikamar mandi,dan membuang-buang waktu di kamar mandi.sungguh berbanding terbalik dengan mereka.
Mereka juga terbiasa hidup mandiri mencuci pakaian mereka sendiri.dan mengerjakan tugas-tugas mereka yang lain dan yang membuatku salut adalah mereka masih sempat mengerjakan PR mereka di yayasan tempat mereka tinggal.sementara aku yang tak dibebani satupun tugas rumah seperti mencuci baju, menanak nasi,dan menyapu bahkan mengepel rumah.tidak pernah sempat mengerjakan PR di rumah.selalu ku kerjakan di sekolah.kadang aku bingung kenapa aku selalu tidak sempat mengerjakan PR di rumah,padahal waktuku lebih banyak dari mereka?lalu apa sih yang aku kerjakan itu di rumah???SHIT!!!!!!!!
mereka juga terlihat saling menyayangi satu sama lain(kawan-kawan mereka).mungkin hanya kawan-kawan merekalah keluarga yang mereka miliki dan mungkin hanya kawan-kawan merekalah teman senasib dan sepenanggungan yang mereka jadikan harta yang paling berharga yang pernah mereka miliki karena meraka sudah tidak punya orang tua yang selalu ada untuk mereka dan hanya kawan-kawan merekalah juga yang mampu membuat mereka tersenyum dalam segala keterbatasan dan kesulitan.sementara pada kenyataanya kita yang bernasib lebih baik dari mereka malah sering membicarakan kawan dari belakang dan masih terkotak-kotak oleh sebuah perbedaan dan karakter yang sering di jadikan kambing hitam dalam setiap perpecahan.kita pun sering menyakiti hati kawan-kawan kita.tak seharusnya itu terjadi.apalagi samapi mengundang pretelanisme(perpecahan,Istilah keren kerennya saat ini)
Mungkin kebanyak dari mereka iri pada kita yang punya orang tua yang selalu ada dalam kehidupan kita,yang selalu menyayangi kita,membiayai segala kebutuhan kita mulai dari sekolah,makan,pakaian,dan apa saja yang kita dapatkan dari orang tua adalah sesuatu yang sangat mereka inginkan sebenarnya.sesuatu akan yang selalu didambakan mereka.meski nanti mereka memiliki orang tua asuh yang kaya raya.pasti mereka masih belum merasa bahagia akan segala pemberian yang serba mewah dari orang tua asuh mereka yang kaya tersebut.mungkin mereka lebih memilih tinggal bersama ke-2 orang tua mereka dirumah yang sempit,makanan tempe tahu tiap hari,dan memakai pakaian merek cek-kecek.dari pada semua yang serba mewah tapi bukan pemberian orang tua mereka yang asli.sedangkan aku yang memiliki orang tua lengkap masih saja sering menyakiti mereka,mengharapkan lebih dari semua pemberian mereka,mereasa tidak puas dengan yang aku dapatkan karena temanku punya yang lebih baik dari aku,membohongi mereka,dsb yang tak akan cukup kutuliskan satu per satu dosaku disini.sungguh memalukan
kawan jika mereka menangis itu bukan berarti mereka cengeng atau minta dikasihani melainkan mereka sudah tidak bisa membendung air matanya karena mereka sudah tidak sanggup berpura-pura kuat lagi.itulah yang sebenarnya.yang membuatku sangat terharu adalah kala aku melihat semangat mereka untuk terus bertahan dan berjuang disegala keterpurukan dan keterbatasan yang mereka miliki.mereka juga masih memiliki semangat untuk bersekolah dan melakukan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh dan mandiri.jika bisa ku bandingkan,apa yang aku dapatkan saat ini,jauh lebih baik daripada apa yang mereka dapatkan aku harus bersyukur akan hal itu.so,kenapa aku masih saja sering menyia-niakan hidupku ini dengan berfoya-foya,tak pernah teratur,dan selalu membuang-buang waktu dengan hal-hal yang berguna sama sekali buatku?seharunya aku sadar hidupku ini sejatinya masih berada di belakang orang tuaku yang bekerja mati-matian untukku.selagi mereka masih mampu untuk membiayai sekolahku kenapa tidak ku manfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini?dan juga seharusnya aku mempunyai semangat lebih besar lagi dalam urusan menggapai citaku demi mereka dan orang-orang yang menyayangiku?
akhir kata aku ingin menuliskan moral value dari semua pengalaman yang aku dapatkan saat buka bersama beberapa bulan yang lalu,bawasannya kita tidak bisa hidup bersenang-senang menghambur-hamburkan uang yang sebenarnya bukan dari jerih payah kita melainkan orang tua kita,kita juga harus mempunyai semangat tinggi dalam menjalani kehidupan ini,apapun masalah yang kita hadapi dan keterbatasan yang kita miliki janganlah itu di jadikan sebuah penghalang bagi kita,lakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain.hidup mandiri,dsb adalah sebuah cara yang sangat mulia karena kita setidaknya masih mau berusaha walaupun sulit rasanya,dan yang paling aku ingat dari semua yang aku tuliskan diatas adalah kita harus selalu bersyukur kepada ALLAH SWT,karena ALLAH masih memberikan kita kesempatan dan kemudahan untuk menjalani semua masalah ini,aku percaya bahwa aku masih jauh lebih beruntung dari sekian banyak anak-anak seusiaku,karena aku masih diberi berbagai kemudahan untuk terus berjuang dalam menggapai cita-citaku.hanya saja aku yang tidak pernah menyadari itu,aku selalu lupa untuk bersyukur kepada Allah dan selalu meninggalkan kewajibanku sebagai seorang umat Muslim.akhir kata aku juga ingin menulisakan beruntunglah bagi kita yang masih mempunyai orang tua yang selalu ada buat kita,melindungi,merawat kita,dan sejuta kebaikan yang lainnya yang tidak akan cukup untuk ku tuliskan di artikelku ini.terimakasih ALLAH engkau sudah memberiku orang tua yang sangat luar biasa menurutku.termasuk kehadiran seorang IBU yang menurutku adalah wanita yang paling sempurna yang pernah engkau ciptakan di kehidupanku ini.
SELESAI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar