Label

Jumat, 17 Juni 2011

RAKUS!AKANKAH MENJADI MAKMUR?



               Pagelaran piala AFF memang sudah berlalu .tapi kekalahan dan kegagalan TIMNAS kita untuk sekian kalinya masih sangat membekas dihati ini,hingga kini.Tanda tanya besar pun kian menyerbu hati pemain ke-12 yang kala itu juga tertunduk lesu diantara 23 pemain+official team saat itu. Apa yang salah dengan TEAM ini?jika dilihat dari para pemain mulai dari bawah mistar gawang hingga barisan depan TIMNAS kita dihuni oleh sejumlah panji-panji ciamik dengan segudang talenta yang didatangkan dari club-club terbaik dari Sabang hingga Merauke plus racikan pelatih ala Riedl,tapi mengapa kita masih kalah.sunggu tidak adilkah ini TIMNAS yang menang 2kali hanya menempati urutan runner-up.sedangkan MALAYSIA yang hanya menang sekali dari kita bisa menyabet gelar Jawara AFF.sungguh miris sekali nasib negeri ini.belum sembuh luka kita atas kegagalan kita di ajang bergengsi itu kini muncul masalah baru mulai sampai runtuhnya tahta NH.hingga sejumlah kisruh-kisruh yang sampai melibatkan FIFA.sungguh menarik bukan dan yang membuatku tak habis pikir adalah penyebab-penyebab dari semua keributan ini adalah ”RAKUS AKAN KEKUASAAN”.yup itulah penyebab dari semua ini.hahahaha sungguh miris bukan konon yang kabarnya tahta PSSI yang dulunya dianggap tak penting atau terabaikan kini menjadi idola yang sangat difavoritkan untuk diperebutkan,memangnya ada apa disana?okelah kalau itu aku gak akan pernah mengambil suatu kesimpulan bahkan sampai mengeluarkan pendapat karena aku hanya akan buka suara pada suatu masalah yang aku ketahui dan pada suatu bidang yang aku pahami dan aku mengerti.tapi wahai bapak satu hal ini pikiran logis yang mungkin tidak sampai terpikirkan oleh anda semua.sadar atau tidak-kah bapak?bahwa semua yang telah anda lakukan berimbas pada para seniman lapangan hijau bangsa jika benar-benar sampai FIFA menjatuhkan sanksi tegas untuk membekukan TIMNAS dari semua laga Internasional maka usai sudahlah mimpi semua pemain untuk mengenakan seragam merah putih diajang tertinggi sepak bola dunia yaitu World Cup.tak ada guna lagi semua Kompetisi terbaik didalam negeri ini untuk mencetak pemain-pemain bagus yang akan menjadi penghuni TIMNAS.tak akan ada guna lagi semua latihan pemain yang tak jarang dari mereka yang masih muda harus merantau jauh hingga ke luar negeri untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan mengolah “Si Kulit Bundar”.dan yang lebih parah lagi tak akan ada lagi mimpi para seniman-seniman lapangan hijau untuk Bangsa ini.semua hancur karena ulah orang-orang yang haus akan kekuasaan.tak sadarkah wahai bapak-bapak mungkin saya hanyalah puing kecil dari sebagian masyarakat yang cinta sepak bola saya juga mungkin bukanlah pemain sepak bola dengan kemampuan setara Irfan Bachdim,tapi saya cinta olahraga ini sebagian masa kecil saya saya habiskan untuk menekuni olah raga ini meski saya tak sampai ke Uruguay untuk mendalami dan menekuni olahraga ini,tapi saya sangat mencintai olah raga ini dibanding olahraga-olahraga lainnya.saya juga bisa merasakan bagaimana perasaan pemain sepak bola.mungkin sebagian dari mereka sepak bola adalah penghasilan mereka mungkin juga sepak bola adalah hidup mereka.tapi satu hal bapak-bapak sekalian yang harus kalian tau,bagaiman usaha mereka dalam berlatih terkadang sebagian dari mereka harus meninggalkan sekolah mereka,keluarga,teman-teman,bahkan masa pencarian jati diri atau masa-masa remaja yang indah hanya untuk sepak bola.terkdang tidur mereka tak begitu nyenyak karena harus menahan rasa sakit akibat cidera.terkdang juga sebagian dari mereka harus bersimabah darah dan keringat saat berlatih untuk sepak bola.apakah kalian tidak cukup peka akan semua hal ini.disini saya tekankan lagi pak.saya hanyalah seorang siswa kelas 2 SMA jurusan IPA saya tidak ingin sok tahu,sekali lagi saya tidak ingin sok tau dibidang yang tidak saya mengerti.saya juga tidak akan mengambil keputusan seperti yang dilansir di berbagai media masa yang mengatakan pertikaian itu akibat adanya unsur-unsur politik didalamnya atau sebagainya.saya hanya ingin menyampaikan pesan,sekali lagi maaf jika tulisan saya ini bernada pelecehan atau sebagainya tapi dengan segala hormat tulisan ini saya tulis sesuai dengan hati saya.pertama sepak bola akan indah tanpa ada unsur-unsur lain yang tak termasuk atau bukan bagian dari sepak bola seperti Politik dan lain sebagainya.dan yang kedua tentang moral value dari semua tulisan saya ini ada sebuah pelajaran disekolah dasar atau (SD) yaitu PPKN(pelajaran yang mengajarkan bagaimana cara menjadi Figur yang baik dalam menjaga hubungan antar manusia dilingkungan hidup dan juga pelajaran yang mengajarkan “MENDAHULUKAN KEPENTINGAN BANGSA ATAS KEPENTINGAN GOLONGAN”).dan menurut saya kalian melawatkan pelajaran itu.jadi sebaikanya harus kalian kembali ke-SD lagi dan mempelajarinya kembali agar kalian bisa menjadi Figur yang tidak hanya dincintai masyarakat saja namun juga menjadi Figur yang tak akan dianggap sampah karena perbuatan terpuji  kalian yang selalu mengutamakan kepentingan Bangsa daripada kepentingan segala-galanya.

Selesai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar